Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy, melaporkan adanya serangkaian teror dan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada dirinya dan keluarga. Ancaman ini mencuat tak lama setelah Siti mengunggah konten video melalui akun Instagram dan WhatsApp pribadinya. Dalam video tersebut, ia menuntut pengungkapan aktor intelektual di balik kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS Andrie yang juga mantan Ketua Umum Badko HMI Jabar. Siti mengungkapkan teror datang mulai dari pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang berisi perintah untuk bungkam dan menghapus video tersebut. Peneror juga membawa-bawa ranah personal dengan menyebut posisi keberadaan ibu kandung Siti. Pesan itu intinya menyuruh diam dan menghapus video. Mereka melontarkan ancaman bahwa saya akan mengalami hal yang sama dengan Bang Andrie (penyiraman air keras).

Saya mendapatkan WA dari nomor tidak dikenal yang isinya disuruh diam, menyebut posisi ibu saya, menyuruh hapus video dan melontarkan ancaman mau sama halnya seperti yang dialami bang Andrie. Tak berhenti di sana, akun media sosial resmi Badko HMI Jawa Barat juga diserang melalui direct message (DM) dan kolom komentar oleh akun-akun anonim. Peneror itu juga mendesak penghapusan konten atau organisasi HMI akan dihancurkan. Meski identitas aktor di balik teror tersebut belum teridentifikasi, Siti menegaskan Badko HMI Jabar tidak akan mundur selangkah pun. Ia menilai intimidasi ini adalah pola lama yang mencederai nilai demokrasi, di mana aspirasi rakyat justru dibalas dengan kekerasan fisik maupun verbal. Kami tidak takut. Justru ini memantik semangat kami. Upaya kami ke depan bukan sekadar merespons teror, tapi fokus pada substansi pengawalan kasus Bang Andrie sampai aktor intelektualnya tertangkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *