Penghentian operasional sementara atau suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat dialami sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur.
Terdapat 372 SPPG di tingkat provinsi yang saat ini berstatus suspend dengan berbagai alasan.

Dari total 27.208 SPPG yang telah beroperasi, angka tersebut setara sekitar 30 persen.
Wakil Bendahara DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Timur, Andy Syayuti menyebut, situasi yang terjadi saat ini cukup dinamis bagi pelaku usaha SPPG di lapangan. Banyak mitra dapur terdampak kebijakan suspend.

Tidak hanya soal suspend, sebagian juga terpengaruh rencana moratorium yang membuat dapur yang sudah dibangun belum dapat beroperasi.
Saat ini banyak dapur yang disuspend. Ada juga rencana moratorium, sehingga dapur yang sudah dibangun belum bisa beroperasi. Situasi ini cukup menegangkan, tapi kami berharap ada solusi.

Ia menyebut, jumlah SPPG terdampak di Jawa Timur cukup besar, meski data masih terus bergerak. Kalau ditotal, jumlahnya bisa mencapai ratusan SPPG. Untuk SPPG yang sudah dibangun namun belum beroperasi, ia menyebut, jumlahnya juga mencapai ratusan unit di Jawa Timur.
Menurutnya, kondisi ini berdampak pada pelaku usaha, terutama terkait investasi yang sudah dikeluarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *