Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaksanakan pertemuan tertutup bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kementerian Sosial. Pertemuan ini dikhususkan untuk membahas upaya pemutakhiran data BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) khususnya untuk penerima yang memiliki penyakit katastropik. Diketahui bahwa sebanyak 11 juta penerima BPJS PBI mengalami penonaktifan. 106.153 orang di antaranya adalah penerima yang memiliki penyakit katastropik. Menyikapi hal ini, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama BPS akan melakukan pengecekan lapangan terhadap 106.153 orang. Menurut Gus Ipul, upaya ini bertujuan agar tercapainya validasi data.

Pengecekan ini akan dilaksanakan pada sepanjang bulan Maret. Sementara pada bulan Februari akan diadakan pelatihan bagi para petugas pengecekan lapangan sebab melibatkan aparatur-aparatur di daerah. Bulan Februari ini akan melakukan perencanaan, pelatihan petugas, kemudian koordinasi dengan daerah, terutama BPS daerah, dan untuk proses ground check lapangan akan dibantu juga oleh pendamping PKH (Program Keluarga Harapan), dicampur dengan petugas mitra statistik dan juga pegawai BPS daerah

Seiring dengan menunggu hasil pengecekan lapangan yang akan dilakukan, Gus Ipul menerangkan bahwa BPJS PBI bagi 106.153 penerima telah direaktivasi otomatis. Status aktivasi ini akan diperbarui setelah diketahui kondisi ekonomi dari para penerima. Gus Ipul menambahkan syarat tersebut akan mengacu pada status Desil dari para penerima. Bila diketahui terdapat penerima yang berada di Desil 6-10, maka akan disarankan mendapatkan BPJS Mandiri. Bagi yang memenuhi syarat tentu akan tetap mendapatkan bantuan, tapi yang tidak memenuhi syarat disarankan nanti untuk menjadi peserta mandiri. Untuk itulah ground check ini memastikan apakah para penerima manfaat ini berada di desil 1 sampai 5 atau di atasnya, desil 6 sampai 10.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *